Berita Kodam XIV/Hasanuddin

"Setia Hingga Akhir"

Tuesday, 21 December 2021 12:45:13 WIB
Kodam Hasanuddin Gelar Pertemuan Dengan Komponen Masyarakat di Wilayah Sulsel

Makassar - Kodam XIV/Hasanuddin menggelar pertemuan dalam rangka silaturahmi bersama komponen masyarakat wilayah Kodam XIV/Hasanuddin, bertempat di Balai Prajurit Jend. M. Yusuf Jl. Jend. Sudirman Makassar, Selasa (21/12/2021).

Silaturrahmi ini diinisiasi oleh Kodam XIV/Hasanuddin dan dipimpin oleh Asisten Intelijen (Asintel) Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Muhammad Aidi, S.I.P., M.Si., dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan di wilayah Provinsi Sulsel.

Muhammad Aidi dalam sambutannya menuturkan bahwa sebagai makhluk sosial yang diciptakan oleh Tuhan memiliki perbedaan untuk saling kenal mengenal antar satu dengan yang lain.

"Indonesia pernah mencapai masa kejayaannya diantaranya pada masa kerajaan Sriwijaya pada kurun waktu tahun 670-1025 (355 th). Sekitar 268 tahun setelah Sriwijaya runtuh dan terpecah-pecah, maka pada 1923-1948 kerajaan Majapahit kembali berkembang negara besar dengan bercirikan persatuan dan kesatuan dimana dasar negara adalah Bhinneka tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tapi Satu", jelasnya.

"Runtuhnya Majapahit mengakibatkan nusantara terpecah-pecah menjadi negara-negara kecil berdasarkan daerah, suku dan kelompok, hal mana satu sama lain tidak lagi terikat oleh kesadaran dan kewajiban persatuan dan kesatuan sehingga memberi peluang bagi bangsa penjajah untuk menduduki dan menguasai negara-negara kecil tersebut satu demi satu hingga akhirnya seluruh wilayah nusantara yang terbentang dari Sabang sampai Meroke jatuh dan takluk dibawah kekuasaan penjajah Belanda," sambungnya.

"Pada tahun 1928 muncul kesadaran nasional yang ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda yang kembali mengikat persatuan dan kesatuan bangsa yaitu bertumpah darah satu, berbangsa satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Khususnya bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan Indonesia, telah mempersatukan seluruh bangsa Indonesia yang memiliki beragam bahasa daerah atau yang kenal dengan bahasa Ibu," tambahnya.

"Indonesia mempunyai penduduk dengan jumlah yang sangat besar yang tersebar di berbagai wilayah dan terdiri dari ratusan suku bangsa. Demikian pula sumber daya alam di mana Indonesia saat ini dilirik oleh dunia", tandas Muhammad Aidi.

Di akhir sambutannya Asintel mengajak untuk tetap menjalin persatuan dan kesatuan dengan menjadikan perbedaan sebagai kebanggaan menjadi orang Indonesia. Hilangkan solidaritas sempit dengan mengedepankan kepentingan nasional.

"Kita bersatu karena kita beragam, keberagaman adalah kekayaan, perbedaan adalah anugerah dan kebanggaan menjadi orang Indonesia," tutupnya.

Selain itu Kakesbangpol Prov. Sulsel Dr. H. Asriady Sulaiman, S.I.P., M.Si., dalam arahannya mengangkat tentang kerukunan beragama dan mengajak seluruh warga Sulsel untuk bersama-sama menjaga toleransi khusunya menyambut Nataru.

Seiring dengan itu, Binda Sulsel yang dibawakan oleh Anton Martono, S.Sos., membahas tentang pentingnya menyukseskan program vaksinasi Covid-19 dalam rangka pembentukan Herd Immunity atau kekebalan bersama terhadap ancaman Covid-19 guna menyelamatkan generasi Indonesia.

Sedangkan AKBP Fuji Santoso Wadir Intelkam Polda Sulsel menekankan terhadap pentingnya ketertiban masyarakat serta terjadinya perkelahian antar kelompok yang sedang marak di wilayah Sulsel akhir-akhir ini.

Turut hadir Waasintel Letkol Kav Amran Wahid S.T., M.M., Dandeninteldam Letkol Inf Rahmat Yunus, Korwil Maros Binda Sulsel Mayor Chb Ratnaningsih, S.E., Tokoh agama Se Sulsel, Tokoh masyarakat Se Sulsel, Tokoh Pemuda, Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Mahasiswa.