Minggu , 18 November 2018
Beranda / Kegiatan / PANGDAM HARAP PETEMBAK HASANUDDIN TERUS BERLATIH

PANGDAM HARAP PETEMBAK HASANUDDIN TERUS BERLATIH

  Usai mengikuti ajang lomba tembak piala Kasad tahun 2017 di Cilodong Jakarta minggu lalu, Tim petembak Kodam Hasanuddin sebanyak 36 orang dibawah pimpinan Danrindam Kolonel Inf Rafael Granada Bay kembali ke satuan yang disambut dan diterima langsung oleh Pangdam XIV/Hasanuddin di ruang Kehormatan Setia Hingga Akhir Makodam Makassar. Selasa (29/08).

  Walau bukan hasil yang terbaik, namun pimpinan dan seluruh warga Kodam XIV/Hasanuddin menghargai upaya yang telah dilakukan oleh para atlet tembak dengan mempersembahkan 2 medali emas dan 2 medali perunggu, sehingga menempati urutan ke 8 dari 18 kontingen se Angkatan Darat.

  Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Agus SB menyampaikan ucapan, "selamat datang dan selamat atas prestasi yang berhasil diraih", dengan berharap "keberhasilan ini dapat menjadi pengalaman dan pelajaran berharga untuk lebih meningkatkan motivasi berlatih dalam memperbaiki dan meningkatkan kemampuan melalui metode latihan yang lebih baik", lanjutnya.

  Selain itu Pangdam juga mengingatkan, bahwa "keberhasilan yang diraih tim petembak merupakan wujud keberhasilan dari sebuah pembinaan satuan. Untuk itu, agar para Komandan satuan lebih intensif dalam upaya pembinaan di satuannya dengan berbagai latihan dan pembekalan secara bertahap, berjenjang dan bertingkat, sehingga dalam menghadapi event-event berikutnya, dapat meraih hasil yang lebih membanggakan".

 Diakhir acara, Pangdam XIV/Hasanuddin juga memberikan piagam penghargaan kepada 36 petembak sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan pimpinan Kodam XIV/Hasanuddin, dalam mengharumkan dan membawa nama baik Kodam XIV/Hasanuddin. Turut hadir dalam acara Kasdam, Irdam, para staf ahli Pangdam, para Asisten Kasdam, para Komandan dan Kabalak Kodam XIV/Hasanuddin.

Tentang Penerangan Kodam

Penerangan Kodam

Baca Juga

LIMA PEJABAT TERAS KODAM HASANUDDIN KEMBALI BERGESER

“Pergantian pimpinan suatu organisasi, merupakan kebutuhan bahkan menjadi tuntutan, guna mewujudkan organisasi yang berbasis pengetahuan …

.